Keripik Gadung

Keripik Gadung

Keripik gadung adalah makanan ringan yang terbuat dari jenis umbi liar yang dikenal oleh masyarakat kita dengan nama umbi gadung.

Keripik gadung sudah lama dikenal dan diolah oleh masyarakat Indonesia, pengolahan umbi gadung menjadi camilan kripik gadung menjadi salah satu potensi usaha yang bisa diberdayakan oleh masyarakat sebagai sumber ekonomi rakyat.

Camilan kripik gadung dari bahan gadung ini bisa dijadikan usaha dengan prospek keuntungan yang menarik. Makanan ringan kripik gadung memiliki target pasar yang luas, masyarakat Indonesia tahu atau familier akan camilan keripik gadung. Mengelola usaha keripik gadung juga mudah hanya membutuhkan beberapa modal kecil untuk membeli bahan baku dan peralatan sederhana.

Gadung biasanya dibudidayakan pada dataran rendah dan sedang yaitu kurang dari 900 m dpl serta hutan tropis. Sedangkan keadaan tanah yang dikehendaki adalah tanah dengan drainase baik, remah, dalam, struktur liat berpasir dan tidak tahan terhadap penggenangan (Water Logging).keripik gadung

Cara Menghilangkan Racun Pada Keripik Gadung

Adanya racun dalam umbi gadung sudah sejak lama diketahui. Karena sifat tersebut umbi gadung banyak dipakai sebagai racun ikan, tikus dan insektisida alami. Sedangkan jika diolah sebagai bahan makanan umbi gadung dihilangkan dahulu racunnya.

Dalam umbi gadung terkandung senyawa Alkaloid Dioskorin yang bersifat racun dan Diosgenin yang tidak beracun. Juga dalam umbi gadung terkandung Saponin berupa Dioscin yang bersifat racun. Umbi yang tua jika dibiarkan terus akan berwarna menjadi hijau dan kadar racunnya meningkat.

Disamping golongan Alkaloid, dalam gadung juga terkandung senyawa Sianida yang beracun. Gejala-gajala keracunan yang timbul akibat mengkonsumsi gadung malproses disebut keracunan gadung, antara lain adanya rasa tidak enak di kerongkongan kemudian dilanjutkan dengan pusing/pening, lemas dan muntah-muntah.

Karena mengandung senyawa beracun seperti yang telah dijelaskan di atas, maka penghilangan racun mutlak diperlukan sebelum gandum diolah menjadi berbagai bahan pangan. Berikut ini diuraikan beberapa cara penghilangan racun gadung agar bisa diolah menjadi keripik gadung :

Gadung yang sudah tua dikupas kulitnya (kupas tebal), kemudian diiris kecil-kecil, tebalnya sekira 3 mm. Kemudian diberi abu gosok sampai semua gadung terbungkus abu gosok, remas-remas potongan gadung yang telah dilapisi abu gosok dan didiamkan selama 1 malam.

Setelah itu, dijemur hingga kering (biasanya selama 2 hari). Kemudian direndam oleh air mengalir selama 2 – 3 hari atau dalam air tidak mengalir yang diganti tiap 6 jam dan dilakukan selama 3 hari. Cuci bersih, lalu jemur hingga kering lakukan penjemuran 1 hari sampai kering.

Rebus irisan keripik gadung pada air mendidih dengan mencampurkan bumbu seperti garam dan bawang, rebus setengah matang saja jangan terlalu lama. Angkat tiriskan dan jemur dengan menata satu persatu pada sebuah wadah besar, keringkan dibawah terik matahari.

Keripik gadung setengah matang ini bisa disimpan ataupun diperjual belikan dalam kondisi belum siap makan, ataupun langsung digoreng dengan minyak sawit apabila ingin segera dikonsumsi.

Saat ini mungkin keberadaan keripik gadung dipasaran kalangan muda mulai kurang populer daripada jenis umbi umbian lain seperti singkong dan ubi manis, selain karena faktor rentang waktu produksi yang cukup panjang hanya untuk menghilangkan racunnya, juga kurangnya inovasi dalam variasi pengolahannya. Walaupun begitu bagi kalangan pasar tradisional daerah, keripik gadung hingga saat ini masih menjadi makanan ringan yang masih difavoritkan.

Keripik Gadung Produksi Aneka Kripik Malang

Kripik GadungAneka Kripik Malang memiliki sumber daya yang professional untuk mengolah umbi gadung menjadi kripik gadung, untuk pemesanan produk keripik gadung bisa hubungi langsung Customer Service kami.